Warga Binaan Lapas Metro Produksi Kain Tapis, Warisan Budaya Lampung yang Bernilai Ekonomi Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Warga Binaan Lapas Metro Produksi Kain Tapis, Warisan Budaya Lampung yang Bernilai Ekonomi

Petugas melakukan pengecekan terhadap produk kain tapis karya Warga Binaan Lapas Metro. (Sumber: Humas Lapas Metro) 

Source : https://www.kompasiana.com/humaslapasmetro7640/67bd7324c925c4339108fae2/warga-binaan-lapas-metro-produksi-kain-tapis-warisan-budaya-lampung-yang-bernilai-ekonomi?page=all#section1

LAPAS METRO — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai wadah pengembangan keterampilan bagi Warga Binaan. Salah satu program unggulan yang kini tengah dikembangkan adalah pembuatan kain tapis, kain tradisional khas Lampung yang memiliki nilai seni dan ekonomi tinggi. Program ini bertujuan untuk membekali mereka dengan keahlian yang dapat dimanfaatkan setelah bebas, sehingga memiliki kesempatan lebih besar untuk mandiri secara ekonomi.

Kain tapis merupakan kain tenun khas Lampung yang dibuat dengan teknik sulam menggunakan benang emas atau perak, menciptakan motif-motif indah yang sarat akan makna budaya. Tidak hanya membutuhkan ketelitian, pengerjaan kain tapis juga menuntut kesabaran dan ketekunan. Melalui kerja sama dengan pihak ketiga beberapa waktu lalu yang merupakan para profesional dibidangnya, Warga Binaan Lapas Metro mendapatkan pembekalan intensif untuk menguasai teknik pembuatan tapis secara detail.

Emilya, seorang petugas yang mengawasi langsung kegiatan, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan keterampilan baru bagi Warga Binaan, tetapi juga membantu mereka dalam membangun mental yang lebih positif.

Kini Warga Binaan mengetahui teknik pembuatan kain tapis dan bagaimana menjaga kualitas produk agar memiliki nilai jual tinggi. Ini merupakan langkah besar bagi mereka  yang dapat menjadi bekal hidup setelah bebas nanti,” ungkapnya.

Berkat ketekunan, Warga Binaan kini mampu menghasilkan berbagai produk berbahan dasar kain tapis. Tidak hanya berupa lembaran kain, mereka juga mengembangkan kreativitas dengan membuat produk lain seperti kopiah, dompet, tas, selempang, hingga hiasan. Dengan inovasi ini, produk yang mereka hasilkan semakin bervariasi dan memiliki daya tarik tersendiri bagi pasar.

Program ini juga berperan dalam membangun rasa percaya diri bagi Warga Binaan. Mereka yang sebelumnya merasa tidak memiliki keterampilan kini bisa melihat hasil nyata dari kerja keras mereka. Bahkan, beberapa hasil karya mereka telah dipasarkan melalui pihak ketiga dan mendapat respons positif dari Masyarakat.

Kepala Lapas Metro, Tunggul Buono, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap program ini. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras Petugas pembina serta semangat Warga Binaan yang ingin mengubah hidup mereka menjadi lebih baik.

“Kami ingin memastikan bahwa Warga Binaan di sini tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan memiliki masa depan yang lebih cerah. Dengan keterampilan yang mereka peroleh, diharapkan mereka dapat kembali ke Masyarakat dengan lebih percaya diri dan mampu mandiri secara ekonomi,” ujar Tunggul.

Dengan adanya program ini, Lapas Metro bukan hanya menjadi tempat menghabiskan masa pidana, tetapi juga menjadi wadah transformasi positif bagi Warga Binaan. Ke depannya, diharapkan semakin banyak pihak yang bersedia bekerja sama untuk mengembangkan keterampilan lainnya, sehingga lebih banyak Warga Binaan yang siap kembali ke Masyarakat dengan bekal yang memadai.

“Bagi masyarakat yang ingin mendukung program ini, hasil karya Warga Binaan dapat dibeli langsung diLapas Metro atau melalui pameran-pameran yang nanti akan diselenggarakan. Dengan membeli produk mereka, kita tidak hanya mendapatkan karya seni berkualitas, tetapi juga turut serta dalam memberikan kesempatan kedua bagi mereka yang ingin berubah menjadi lebih baik,” tutup Tunggul.

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *