Jalan, Way Hui, Jati Agung, South Lampung Regency, Lampung 35131
+62 851-7215-5689
Jalan, Way Hui, Jati Agung, South Lampung Regency, Lampung 35131
+62 851-7215-5689


Source : https://www.pikiran-rakyat.com/news/amp/pr-018666712/unik-warga-binaan-lapas-bandar-lampung-bikin-sepatu-dari-kain-tapis
PIKIRAN RAKYAT – Paguyuban Ibu-ibu Pemasyarakatan (Pipas) Daerah Lampung membantu memasarkan produk hasil karya warga binaan Lapas Kelas IIA Bandar Lampung berupa kreasi dari kain tapis. Kain tapis adalah kerajinan tradisional Lampung yang berbentuk sarung dengan sulaman dari benang katun dan benang emas.
Ketua Pipas Lampung, Noer Adhe Kusnali, menjelaskan bahwa awalnya warga binaan membuat kain tapis menjadi selendang, tas, hingga wadah tisu.
“Namun kemudian, muncul ide untuk membuat sepatu dari kain tapis. Kebetulan saya berasal dari Bandung, jadi saya mengajak UMKM lokal Bandung untuk bekerja sama,” ujar Adhe, yang sebelumnya menjabat Ketua Pipas Jawa Barat.
Adhe menyebutkan UMKM Bandung ini sering menggabungkan sepatu dengan kain-kain khas daerah, sehingga nilai ekonomi kain tapis meningkat. Menurutnya, warga binaan memiliki semangat untuk mandiri agar setelah keluar dari lapas, mereka memiliki keterampilan kerja yang bisa digunakan.
Saat ini, ada 10 varian sepatu Tapis dengan harga berkisar Rp400.000 hingga Rp1.500.000. Pemasaran masih terbatas karena produksi belum besar-besaran.
“Sepatu ini dipasarkan melalui mulut ke mulut, grup WhatsApp, dan media sosial internal Pipas (@pipas.lampung) serta Kanwil Kemenkumham Lampung,” kata Adhe.
Ia menambahkan, meski belum dipasarkan secara luas, jumlah pesanan yang masuk cukup banyak saat sistem pre-order dibuka. Sejak Juni 2024, sudah ada tiga gelombang pemesanan, dengan rata-rata 30-40 pesanan per gelombang.
“Sekali membuka pemesanan, warga binaan memproduksi 7-10 meter kain tapis sebagai bahan dasar sepatu. Satu meter kain bisa selesai dalam waktu kurang dari sepekan,” katanya.